RSS
email
0

Program ATM sederhana

                                           Gambar 1.1


                                           Gambar 1.2


                                           Gambar 1.3


                                           Gambar 1.4



PENJELASAN
- pertama user diminta untuk memilih bank yang diinginkan (Gambar 1.1 dan Gambar 1.2)
- user memasukkan saldo awal setelah memilih bank (Gambar 1.3)
- pilihan simpan uang, pengambilan uang, dan transfer muncul (Gambar 1.4)
- saldo akan tertera pada grupbox "saldo anda saat ini"
- contoh berhasil transfer (Gambar 1.5)

CODE

Public Class Form1
    Dim saldo As Integer
    Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
        ComboBox1.Visible = False
        Label1.Visible = False
        Button1.Visible = False
        Button2.Visible = False
        Label3.Visible = True
        TextBox1.Visible = True
        Button3.Visible = True
        Select Case ComboBox1.Text
            Case Is = "BNI"
                Label2.Text = "Bank Negara Indonesia"
            Case Is = "Mandiri"
                Label2.Text = "Bank Mandiri"
            Case Is = "BRI"
                Label2.Text = "Bank Rakyat Indonesia"
            Case Is = "BCA"
                Label2.Text = "BCA"
            Case Is = "CitiBank"
                Label2.Text = "CitiBank"
            Case Is = "HSBC"
                Label2.Text = "HSBC"
            Case Else
                MsgBox("Pilih Bank yang tersedia", MsgBoxStyle.Critical, "Warning")

                ComboBox1.Visible = True
                Label1.Visible = True
                Button1.Visible = True
                Button2.Visible = True
                Label3.Visible = False
                TextBox1.Visible = False
                Button3.Visible = False
        End Select



    End Sub

    Private Sub Button3_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button3.Click
        saldo = TextBox1.Text
        Label8.Text = saldo
        Label10.Visible = True
        GroupBox1.Visible = True
        GroupBox2.Visible = True
        Label3.Visible = False
        TextBox1.Visible = False
        Button3.Visible = False
        Label2.Visible = True
        Button7.Visible = True
        Button8.Visible = True

    End Sub

    Private Sub Button4_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button4.Click
        Label8.Text = saldo + tambah.Text
        tambah.Text = ""
        saldo = Label8.Text
    End Sub

    Private Sub Button5_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button5.Click
        Label8.Text = saldo - kurang.Text
        saldo = Label8.Text
        If saldo < 0 Then
            MsgBox("Maaf, saldo anda tidak mencukupi", MsgBoxStyle.Information, "Warning")
            Label8.Text = saldo + kurang.Text
        End If
        kurang.Text = ""

    End Sub

    Private Sub Button6_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button6.Click
        If transfer.Text = "" Then
            MsgBox("Masukan Jumlah Uang Yang Ingin Di Transfer", MsgBoxStyle.Information, "Transfer")
        ElseIf norek.Text = "" Then
            MsgBox("Masukan No.Rekening Yang dituju", MsgBoxStyle.Information, "Transfer")
        Else
            Label8.Text = saldo - transfer.Text
            saldo = Label8.Text
            MsgBox("Saldo anda telah ditransfer", MsgBoxStyle.Information, "Transfer")
            If saldo < 0 Then
                MsgBox("Maaf, saldo anda tidak mencukupi", MsgBoxStyle.Information, "Warning")
                Label8.Text = saldo + transfer.Text
                saldo = Label8.Text
            End If
        End If
        transfer.Text = ""
        norek.Text = ""
       

    End Sub

    Private Sub Button7_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button7.Click
        MsgBox("aza TSI 09")
        Me.Close()
    End Sub

    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        MsgBox("aza TSI 09")
        Me.Close()
    End Sub

    Private Sub Button8_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button8.Click
        Label3.Visible = True
        TextBox1.Visible = True
        Button3.Visible = True
        Label10.Visible = False
        GroupBox1.Visible = False
        GroupBox2.Visible = False
        Label2.Visible = False
        Button7.Visible = False
        Button8.Visible = False
        TextBox1.Text = ""
    End Sub
End Class



programnya dapat didownload disini

icn download Pictures, Images and Photos
Read more
0

JAVASCRIPT

Java merupakan sebuah bahasa pemrograman yang mirip dengan bahasa C. Tetapi dengan Java kita bisa membuat tampilan halaman sebuah web menjadi lebih menarik. Contoh penggunaan Java adalah pada fungsi Mouseover, scrolling marquees, tampilan tanggal dan waktu, kalkulator, dan lain-lain. Terdapat dua tupe Java yaitu Java applet dan Java Script.

JAVA APPLETS

Java merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Sun Microsystems dan merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi obyek. Java bisa digunakan untuk membuat suatu aplikasi yang berdiri sendiri atau pun sebuah aplikasi mini yang biasa disebut applet. Applet biasa digunakan pada halaman web supaya terlihat lebih dinamis. Terdapat banyak sekali aplikasi/applet yang ada.

JAVA SCRIPT

JavaScript dikembangkan oleh Netscape, yang merupakan bahasa pemrograman yang "sederhana" karena tidak bisa digunakan untuk membuat suatu aplikasi atau pun applet. Java Script merupakan sebuah bahasa scripting yang dikembangkan oleh Netscape.Dengan Java Script kita bisa dengan mudah membuat sebuah halaman web yang interaktif. Program Java Script dituliskan pada file HTML (*.htm atau *.html) dengan menggunakan tag kontainer Read more
0

Mengatasi Permasalahan pada Flash Disk dan masalah jaringan komputer

MASALAH PADA FLASH DISK



Hampir semua orang sudah mengenal flash disk. Dan hampir setiap orang sudah memiliki flash disk. Memang salah satu alat penyimpan data ini sangat membantu seseorang. Dengan bentuk yang semakin kecil dan bervariasi, disertai dengan kapasitas yang mulai besar, flash sudah menjadi kebutuhan. Apalagi harga benda ini semakin “merosot” tajam. Dengan semakin banyaknya orang memiliki flash disk, maka semakin banyak pula orang yang mengalami persoalan dengan flash disk tersebut mulai dari tidak bisa terbaca lagi, setiap dimasukkan meminta pesan harus diformat ataupun bila dimasukkan pada komputer lain tidak terbaca dan sebaliknya kalau dikomputer kita aman-aman saja dan masih banyak masalah-masalah lain.Disini dijelaskan sedikit cara menyelesaikan permasalahan dalam Flash Disk..

Pertama adalah bisa kita lakukan dengan cara melalui Dos Prompt :

nah ikuti langkahnya sebagai berikut:Klik tombol windows dan huruf R pada keyboard, maka akan muncul kotak dialog RUN, tulislah perintah COMMAND pada kolom persis disamping tulisan opendan selanjutnya akan masuk ke command promt, biasanya bertuliskan C:\document\ownwer>Disitu ketiklah CHKDSK setelah owner> contoh CHKDSK /F: (lalu enter) apabila flash disk anda letak drivenya pada F dan apaila pada G atau H... maka tulisnya yang sesuai dengan drivenya.
Selanjutnya bila sudah selesai memeriksa dari Check Disk (CHKDSK), coba anda buang file yang ada pada Flash Disk dengan perintah Del drive letter:*.*. Contoh pada perintah membuang file dari Flash Disk di drive F: adalah DEL F:*.*Sekali lagi anda coba format dengan perintah Dos Promt. Format F:

Cara yang kedua adalah melalui computer management :
Pilih drive F atau drive flash disk anda, lalu klik kanan dan pilih formatBila masih terdapat pesan error lakukan boot pada computerCara yang ini adalah untuk memperbaiki flash disk yang corrupt file dan mengalami file protect ketika mengcopy atau memindahkan data serta tidak dapat melakukan format.Selesai melakukan format pada Flash Disk, tetapi anda mendapat pesan yang sama ketika melakukan format. Coba anda lakukan boot pada computer untuk me-refresh Windows XP agar mengenal Flash Disk anda. Bila masih mengalami hal sama, coba anda ulangi kembali melakukan chkdsk, bila masih terdapat pesan invalid link. Bila kedua kalinya anda masih mengalami hal tersebut, cara yang kami berikan tidak berlaku untuk flash disk anda.Kasus Flash Disk Write Protect terkadang hanya terjadi pada satu buah computer sementara beberapa waktu masih dapat digunakan oleh computer berbeda. Tetapi dapat juga langsung terjadi pada semua computer yang ketika anda menghubungkan Flash Disk anda baik pada sistem Windows XP atau OS lain.Hal lain dapat saja membuat error pada flash disk anda dan belum tentu disebabkan karena corrupt file yang membuat kasus seperti diatas.



MASALAH JARINGAN KOMPUTER



Disini akan dibahas tentang bagaimana menangani masalah jaringan komputer. Kebanyakan masalah berhubungan dengan TCP/IP, yaitu bagaimana konfigurasi komputer pada jaringan. Langkah-langkah ini bisa Anda lakukan untuk menganalisa dan memecahkan masalah pada TCP/IP Anda.

Langkah-langkahnya :

1. Periksa Konfigurasi


Tahap pertama pada proses troubleshooting adalah dengan memeriksa konfigurasi TCP/IP. Caranya:
Start -> All Program -> Accessories -> Commad Prompt
Ketik perintah ipconfig /all
Setelah itu akan tampil hasil konfigurasinya. Perhatikan bahwa beberapa komputer mungkin mempunyai beberapa kartu antarmuka jaringan, dan Windows juga bisa mengenali port Firewire sebagai adapter jaringan. Anda harus memperhatikan interface yang akan dikonfigurasi.
Jika konfigurasi masih kosong, maka ada beberapa kemungkinan, antara lain Interface belum memperoleh alamat IP. Alamat IP bisa diberikan secara manual, atau via server DHCP. Jika IP diperoleh dari DHCP, coba beberapa perintah berikut untuk melihat apakah computer mampu untuk memperoleh alamat IP:

Ipconfig /release
Ipconfig /renew
Ipconfig /all

Jika computer masih belum memperoleh alamat IP, ada kemungkinan beberapa penyebab. Sebagai contoh:
* Server DHCP telah memberikan semua alamat IP nya (alamat IP habis). Administrator jaringan harus memeriksa log server jika terjadi kemungkinan ini.
Kemungkinan lain disebabkan kabel jaringan yang jelek. Coba hubungkan kabel kita ke computer lain untuk memeriksa apakah kabel kita memang bermasalah.
Kemungkinan lain yaitu kartu jaringan tidak terpasang dengan benar. Pada kebanyakan kasus, Windows XP akan secara otomatis mendeteksi sebuah kartu jaringan dan memasang driver secara otomatis. Namun demikian, Windows seringkali salah mengidentifikasi kartu jaringan. Jika Anda menemui masalah saat koneksi ke jaringan, coba buka casing komputer Anda dan periksa untuk memastikan model kartu jaringan yang terpasang sesuai dengan driver yang di load oleh windows.
Jika drivernya sesuai tapi masih bermasalah, coba download driver kartu jaringan terbaru dari website pabrikannya. Seringkali beberapa situasi dimana driver terbaru mengatasi masalah. Namun, jika Anda telah mencoba berbagai solusi tapi tetap gagal memperoleh alamat IP, cobalah untuk mengganti kartu jaringan Anda.

2. Kegagalan Komunikasi

Jika NIC Anda sudah memiliki alamat IP yang berasosiasi, tapi computer belum bisa berkomunikasi dengan jaringan, maka Anda harus menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang berbeda. Pertanyaan pertama, darimanakah sumber alamat IP anda, apakah diberikan manual atau dari server DHCP?
* Jika alamat IP diperoleh dari server DHCP, Anda bisa menghilangkan banyak kemungkinan penyebab masalah mulai dari sekarang. JIka komputer mampu untuk ‘menyewa’ sebuah alamat IP, artinya kartu jaringan sedang berfungsi dan koneksi ke switch tidak ada masalah. Ketika computer ‘menyewa’ sebuah alamat dari server DHCP, alamat ini valid untuk periode waktu tertentu. Jika komputer telah sukses ‘menyewa’ alamat sebelumnya, namun belum kadaluarsa, kemungkinan Nampak bahwa komputer telah memperoleh IP baru, namun kenyataannya komputer masih mempertahankan IP yang diperoleh sebelumnya. Cara termudah untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi adalah dengan menggunakan perintah ipconfig /release dan ipconfig/renew untuk melepaskan IP yang lama dan untuk mendapatkan IP yang baru.
* Jika NIC telah mempunyai alamat IP, tapi alamat telah diberikan secara manual, maka hal pertama yang Anda butuhkan adalah menjalankan beberapa tes konektivitas dasar. Coba untuk menghubungkan komputer yang lain ke koneksi jaringan untuk meyakinkan koneksi bagus. Yakinkan NIC memiliki driver yang benar. Intinya, Anda ingin meyakinkan bahwa hardware berfungsi.
* Sekali Anda telah mengerjakan tes di atas, buka Command Prompt dan coba ping alamat IP komputer kita sendiri. Jika ping berhasil, artinya stack protkol TCP/IP berfungsi. Jika ANda menerima pesan error ‘Destination Host Unreachable’, artinya ada masalah dengan cara komputer di set up, atau file system yang penting telah dihapus atau corrupted. Anda bisa mencoba me-remove dan install ulang kartu jaringan dan drivernya. Jika tidak bekerja, coba lagi Windows Service Pack, karena dengannya akan me-refresh semua file sistem.
* Asumsi komputer anda mampu ping dirinya sendiri, selanjutnya cobalah untuk ping komputer lain pada jaringan. Jika tidak bisa, coba untuk ping komputer-komputer yang lain lagi. JIka anda tidak mampu membangun komunikasi dengan komputer-komputer tersebut, coba perhatikan apakah link jaringan sedang tidak baik atau mungkin kartu jaringan yang jelek.
* Jika Anda berhasil ping komputer lain di jaringan, coba ping komputer menggunakan nama host-nya. JIka Nada tidak tahu nama hostnya, Anda bisa ping alamat IP untuk mendapatkan nama hostnya. Alternatif lain adalah dengan ping sebuah website.
Read more
1

BLOG_AZA PRADANA

Kartu jaringan


Contoh dari sebuah kartu jaringan Ethernet yang memiliki dua jenis konektor (BNC dan UTP)

Kartu jaringan (Inggris: network interface card disingkat NIC atau juga network card) adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.

NIC fisik

NIC fisik umumnya berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard komputer, yang dapat berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA, atau bus PCI Express. Selain berupa kartu-kartu yang ditancapkan ke dalam motherboard, NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, PCMCIA, bus serial, bus paralel atau Express Card, sehingga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile).

Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis, yakni:

  • Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik (Media-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan. Contohnya adalah NIC Ethernet, yang dapat berupa Twisted-Pair (UTP atau STP), Thinnet, atau Thicknet, atau bahkan tanpa kabel (Wireless Ethernet).
  • Kartu NIC dengan arsitektur jaringan yang spesifik (architecture-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis, sesuai dengan arsitektur jaringan yang digunakan. Contohnya adalah Ethernet, Token Ring, serta FDDI (Fiber Distributed Data Interface), yang kesemuanya itu menggunakan NIC yang berbeda-beda. Kartu NIC Ethernet dapat berupa Ethernet 10 Megabit/detik, 100 Megabit/detik, 1 Gigabit/detik atau 10 Gigabit/detik.

Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. Media yang umum digunakan, antara lain adalah kabel UTP Category 5 atau Enhanced Category 5 (Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio (jika memang tanpa kabel).

Komputer dapat berkomunikasi dengan NIC dengan menggunakan beberapa metode, yakni I/O yang dipetakan ke memori, Direct Memory Access (DMA), atau memory yang digunakan bersama-sama. Sebuah aliran data paralel akan dikirimkan kepada kartu NIC dan disimpan terlebih dahulu di dalam memori dalam kartu sebelum dipaketkan menjadi beberapa frame berbeda-beda, sebelum akhirnya dapat ditransmisikan melalui media jaringan. Proses pembuatan frame ini, akan menambahkan header dan trailer terhadap data yang hendak dikirimkan, yang mengandung alamat, pensinyalan, atau informasi pengecekan kesalahan. Frame-frame tersebut akan kemudian diubah menjadi pulsa-pulsa elekronik (voltase, khusus untuk kabel tembaga), pulsa-pulsa cahaya yang dimodulasikan (khusus untuk kabel fiber-optic), atau gelombang mikro (jika menggunakan radio/jaringan tanpa kabel).

NIC yang berada dalam pihak penerima akan memproses sinyal yang diperoleh dalam bentuk terbalik, dan mengubah sinyal-sinyal tersebut ke dalam aliran bit (untuk menjadi frame jaringan) dan mengubah bit-bit tersebut menjadi aliran data paralel dalam bus komputer penerima. Beberapa fungsi tersebut dapat dimiliki oleh NIC secara langsung, diinstalasikan di dalam firmware, atau dalam bentuk perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sistem operasi.


Read more
 

Friends